Rabu, 05 Juni 2013

LAPORAN PRATIKUM PEMULIAAN TANAMAN ACARA III & IV Tekhnik Persilangan Tanaman Menyerbuk Sendiri dan Menyerbuk Silang

LAPORAN PRATIKUM
PEMULIAAN TANAMAN
SEMESTER GENAP TAHUN 2012-2013

ACARA III & IV

Tekhnik Persilangan Tanaman Menyerbuk Sendiri dan Menyerbuk Silang

UNIB WARNA
 









Oleh :

Nama            : Dian Budiarto
NPM             : E1J011041
Kelas             : B
Shift                       : Jumat, jam 08:00-09:40
Pembimbing : Dr. Ir. Dwi Wahyuni Ganefianti, M.S
Co-as            : Fahriza Khairi Siregar




LABORATORIUM AGRONOMI
PROGRAM SETUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2013
BAB I
PENDAHULUAN


1.1            LATAR BELAKANG
Salah satu upaya yang perli kita lakukan untuk meningkatkan hasil pertanian adalah dengan penggunaan bibit unggul. Sifat bibit unggul pada tanaman dapat timbul secara alami karena adanya seleksi alam dan dapat juga timbul karena adanya campur tangan manusia melalui kegiatan pemuliaan tanaman.
Pemuliaan tanaman pada dasarnya adalah kegiatan memilih atau menyeleksi dari suatu populasi untuk mendapatkan genotipe tanaman yang memiliki sifat-sifat unggul yang selanjutnya akan dikembangkan dan diperbanyak sebagai benih atau bibit unggul. Namun demikian, kegiatan seleksi tersebut seringkali tidak dapat langsung diterapkan, karena sifat-sifat keunggulan yang dimaksud tidak seluruhnya terdapat pada satu genotipe saja, melainkan terpisah pada genotipe yang lainnya. Misalnya, suatu genotipe mempunyai daya hasil yang tinggi tapi rentan terhadap penyakit, sedangkan genotipe lainnya memiliki sifat-sifat lainnya (sebaliknya). Jika seleksi diterapkan secara langsung maka kedua sifat unggul tersebut akan selalu terpisah pada genotipe yang berbeda. Oleh sebab itu untuk mendapatkan genotipe yang baru yang memiliki kedua sifat unggul tersebut perlu dilakukan penggabungan melalui rekombinasi gen.
Persilangan merupakan salah satu cara untuk menghasilkan rekombinasi gen. Secara teknis, persilangan dilakukan dengan cara memindahklan tepung sari kekepala putik pada tanaman yang diinginkan sebagai tetua, baik pada tanaman yang menyerbuk sendiri (self polination crop) maupun pada tanaman yang menmyerbuk silang (cross polination crop).


1.2  TUJUAN PRAKTIKUM
a.     Mempelajari taknik persilangan pada tanamann menyerbuk sendiri dan tanaman menyerbuk silang.
b.    Menhitung persentasi keberhasilan persilangan.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Penyerbukan adalah jatuhnya serbuk sari kekepala putik. Sedangkan pembuahan adalah bergabungnya gamet jantan dan gamet betina. (Anonim, …). Kriteria klasifikasi yang dipergunakan hanya berdasarkan tingkat penyerbkan sendiri dan penyerbukan silang. Polonasi sendiri sudah barang tentu hanya merupakan salah satu system perbanyakan tanaman dan hanya sebagai salah satu jalan dimana populasi dapat dikawinkan. Didalam group penyerbukan silang jumlah persilangan dari luar adalah sangat penting karena ia memepengaruhi dalam kontaminasi stok pemuliaan. Ada perbedaan yang besar antara jumlah persilangan dengan luar didalam species dari suatu kelompok. Jumlah persilangan dari varietas yang diberikan juga dipengaruhi oleh keadaan lingkungan yang berubah. (R.W. Allard, 1992)
Penyerbukan dapat dibedan atas dua cara yaitu:
1.      Penyerbukan sendiri
Penyerbukan sendiri adalah jatuhnya serbuk sari dari anter ke stigma pada bunga yang sama atau stigma dari bunga yang lain pada tanaman yang sama atau klon yang sama. Prinsipyang memungkinkan terjadinya penyerbukan penyerbukan sendiri adalah kleistogami yaitu pada waktu terjadi penyerbukan bunga yang belum mekar  atau tidak terbuka, misalnya pada kedelai, padi, tembakau dan lain-lain. Jumlah penyerbukan silang yang munkin terjadi pada 5tanaman-tanaman tersebut berkisar antara 0% sampai 4 atau 5%.
      Terjadinya penyerbukan sendiri disababkan oleh :
a.       Bunga tidak membuka.
b.      Serbuk sari sudah matang dan jatuh sebelum bunga terbuka.
c.       Stigma dan stamen tersembunyi oleh organ bung yang sudah terbuka.
d.      Stigma memanjang melalui tabung staminal segera sesudah anter membuka.
e.       Bunga matang serempak.
2.      Penyerbukan silang
      Penyerbukan silang adalah jatuhnya serbuk sari dari anter ke stigma bunga yang berbeda. Contoh dari persilangan ini adalah ubi kayu, alfalfa, jagung, padi liar ,dan lain-lain.
Terjadinya penyerbukan silang disebabkan oleh:
a.       Gangguan mekanis terhadap penyerbukan sendiri.
b.      Perbedaan periode matang sebuk sari dan kepala putik.
c.       Sterilitas dan inkompatibilitas
d.      Adanya bunga monocious dan diocious.
Jagung adalah tipe monocious, staminate terdapat diujung batang dan pistilate pada batang. Serbuk sari mudah diterbangkan angin sehingga penyerbukan lebih dominan meskipun penyerbukan sendiri bisa terjadi 5% atau lebih. (Anonim,...)
Ada perbedaan besar dalam hal penyerbukan pengontrolan polinasi silang dan juga kemudahan pengontrolan polinasi silang oleh pemulia tanaman. Beberapa species mempunyai sifat tidak serasi dan dapat dikawinkan tanpa adanya kesulitan  terhadap sifat yang tidak cocok.

Masalah pokok pada tanaman menyerbuk silang yang berkembang dengan biji adalah:
ü  Pembentukan populasi sebagai sumber keragaman untuk diseleksi.
ü  Metode seleksi, berkaitan dengan macam varietas yang akan di bentuk.
Pada uraian selanjutnya akan banyak menggunakan cara dan contoh tanaman jagung, karena tanaman ini banyak dijadikan bahan studi serta mempunyai arti ekonomis cukup penting.(Soemardjo P., 1988) 














BAB III
METODOLOGI
3.1              ALAT DAN BAHAN:

Bahan :

Adapun bahan yang kami gunakan pada acara praktikum ini adalah:

Benih kedelai
Benih jagung
Pupuk kandang
Urea
TSP
KCL
Furadan 3 G
Thiodan .

Alat:

Adapun alat yang kami gunakan selama praktikum ini adalah:

Pinset
Gunting
Kaca pembesar
Kertas label kecil
Benang
Alat tulis
Kantong kertas besar
Klip






3.2              METODE PELAKSANAAN :
Tanaman Menyerbuk Sendiri (Kedelai)
Pelaksanaan Tanam
1.  Polibag diisi tanah
2.  Tempatkan benih kedelai, jagung. (1 polibag 2 tanaman)
3.  Berikan pupuk
4.  Bersihkan dari gulma dan berantas hama yang menyerang

 


Pelaksanaan Persilangan
Setelah tanaman sudah mulai berbunga, penyilangan dapat dilakukan setiap hari pada pukul 06.30 – 07.30
1.         Memilih bunga yang diperkirakan mekar esok harinya dengan ciri-ciri kuncup bunga membengkak dan corolla mulai kelihatan muncul sedikit pada kelopaknya. Kelopak bunga dibuang dengan pinset. Kemudian buang bunga mahkota dengan cara menarik perlahan – lahan mahkota (sepal). Sampai kelima sepal habis.
2.         Membuang seluruh stamen dengan menggunakan pinset sehingga hanya tertinggal kepala putik.
3.         Memilih bunga yang mekar sebagai sumber serbuk sari (pejantan), lalu buka mahkotanya dan ambil anter yang sudah siap untuk diserbukkan kekepala putik atau stigma.
4.         Melakukan pemindahan serbuk sari kekepala putik.
5.         Setelah menyilangkan diberi label yang neggantung pada tangkai atau cabang bunga tersebut dengan menulis tetua yang disilangkan (betina dan jantan), tanggal persilangan, nama penyilang (pemulia).
6.         Apabila kira-kira satu minggu bunga yang disilangkan masih segar  dan hijau berarti hibridisasi berhasil.






Tanaman Menyerbuk Silang (Jagung)
Pelaksanaan Persilangan Jagung
1.         Setelah bunga jantan (malai) keluar, tutup malai dengan pembungkus secara rapat untuk menampung serbuk sari.
2.         Setelah bunga betina keluar, potong rambut sehingga rata kemudian tutup dengan plastik
3.         Memilih bunga betina (tongkol) yang akan diserbuki sebelum rambut pada ujung tongkol keluar, dibungkus dengan kantong kertas yang sudah disiapkan.
4.         Memilih tanaman yang akan dipakai sebagai pejantan (sumber serbuk sari) dengan tanda-tanda bunga jantan sudah mekar, kemudian bungkus bunga jantan tersebut sampai rapatdengan kantong kertas, jangan sampai serbuk sari jatuh beterbangan
5.         Setelah satu atau dua hari bunga jantan tersebut telah siap untuk disilangkan. Untuk memastikan dipeolehnya tepung sari yang cukup, maka tepuklah bunga jantan yang terbungkus tersebut.
6.         Apabila bunga betina yang dipilih telah siap diserbuki, yaitu pada tongkol yang telah keluar rambut diujungnya, maka persilangan telah siap dilaksanakan.
7.         Persilangan dilakukan dengan cara memindahkanbunga jantan (serbuk sari) ke bunga betina(putik) dengan meletakkan serbuk sari pada rambut tongkol.
8.         Menutup kembali tongkol yang telah disebuki. Tulis dan gantungkan label persilangan pada tongkol tersebut.









BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 HASIL PENGAMATAN
Hasil Percobaan
1.      Tingkat keberhasilan persilangan tanaman kedelai
Dari 7 bunga yang disilangkan (V1 x V2) tidak ada yang menghasilkan.
2.      Tingkat keberhasilan persilangan tanaman jagung
Tidak ada bunga yang di silangkan.

Pembahasan
1.      Tingkat keberhasilan persilangan tanaman kedelai, terbilang rendah. Hal ini dikarenakan tingkat kesulitan untuk penyilangan tanaman kedelai sangat tinggi, diman bunga yang dihasilkan oleh tanaman kedelai tersebut sangatla kecil dan sensitif. Sehingga sangat menyulitkan untuk dilakukan penyilangan. Ganguan yang timbul selanjutnnya datang dari luar, atau dari lingkungan yang kurang baik di mana ganguan ini timbul karena perlakuan manusia yang tidak bertanggung jawab yang menyebabkan kerugian orang lain.

2.      Tingkat keberhasilan persilangan tanaman jagung
Alasan tidak disilangkannya bunga jagung karena robohnya tanaman jagung yang telah tumbuh dikarenakan terkena angin kencang pada saat musim hujan melanda.











BAB V
PENUTUP

1.1              KESIMPULAN
Ada beberapa hal yang perlu kami simpulkan disini antara lain:
ü  Banyak hal yang mempengaruhi pada tanaman menyerbuk sendiri antara lain kondisi lingkungan, stuktur bunga, jenis varietas dan ketelitian si pemulia.
ü  Demikian pula pada tanaman yang menyerbuk silang, ada beberapa faktor yang juga berpengaruh pada persilangannya, antara lain pengaruh organisme hidup, iklim dan keterampilan pemulia.
ü  Persilangan pada tanaman menyerbuk silang lebih mudah dilakukan dari tanaman yang menyerbuk sendiri.
ü  Tingkat keberhasilan pada tanaman yang menyerbuk silang ternyata lebih besar dari tanaman yang menyerbuk sendiri.













DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2013. Penuntun Praktikum Pemuliaan Tanaman.Prodi Agroekoteknologi.
FAPERTA UNIB.

Allard, R. W, 1992. Pemuliaan Tanaman. Rineka Cipta. Jakarta

Nasir. M, 2001. Pengantar Pemuliaan Tanaman. Depatemen Pendidikan Nasional. Jakarta.

Syamsuri, Istamar, 2000. Biologi 2000. Erlangga. Jakarta.
Poespodarsono, Soemardjo. 1988. Dasar – Dasar Ilmu Pemuliaan Tanaman. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

0 komentar:

Poskan Komentar

kritikan dan saran yang membangun yg di butuhkan negara ini.